Rabu, 26 Juli 2023

Contoh Dari Budaya Parokial

Budaya parokial merujuk pada suatu bentuk budaya di mana individu dan kelompok cenderung memprioritaskan nilai-nilai dan praktik-praktik yang terkait dengan lingkungan sosial dan geografis mereka. Ini dapat mengarah pada perilaku yang eksklusif dan sulit untuk beradaptasi dengan perubahan yang lebih luas. Berikut adalah beberapa contoh dari budaya parokial:

1. Konservatisme politik di kawasan pedesaan
Kawasan pedesaan sering diidentifikasi sebagai tempat di mana budaya parokial sangat kuat. Di banyak negara, orang-orang di pedesaan cenderung memiliki nilai-nilai dan pandangan politik yang lebih konservatif, yang mungkin berakar pada tradisi dan praktik yang telah berlangsung selama berabad-abad. Hal ini dapat mengakibatkan ketidaknyamanan terhadap perubahan dan inovasi yang lebih luas, serta resistensi terhadap perubahan politik atau sosial.

2. Kelompok-kelompok etnis tertentu di perkotaan
Budaya parokial juga dapat terjadi dalam kelompok-kelompok etnis tertentu di perkotaan. Misalnya, sebuah komunitas yang terdiri dari imigran baru mungkin cenderung mempertahankan nilai-nilai dan praktik-praktik yang telah dibawa dari negara asal mereka. Ini dapat mengakibatkan isolasi sosial dan kesulitan dalam berintegrasi dengan masyarakat yang lebih luas.

3. Kesenian tradisional yang dipertahankan di daerah tertentu
Seni tradisional seperti tari, musik, dan seni rupa dapat menjadi contoh dari budaya parokial yang masih tetap bertahan di daerah tertentu. Di beberapa tempat, seni tradisional masih menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari dan dijadikan sebagai identitas budaya yang kuat. Namun, terkadang kelestarian seni tradisional ini dapat membuat sulit untuk mengadopsi bentuk seni yang lebih modern dan beragam.

4. Bahasa daerah yang digunakan secara eksklusif
Bahasa daerah yang digunakan secara eksklusif dalam komunikasi sehari-hari juga dapat menjadi contoh dari budaya parokial. Meskipun bahasa daerah dapat menjadi bentuk penting dari identitas budaya, penggunaannya yang terlalu eksklusif dapat mengakibatkan kesulitan dalam berkomunikasi dengan orang dari luar daerah tersebut. Ini dapat menghambat mobilitas sosial dan integrasi ke dalam masyarakat yang lebih luas.

5. Upacara adat yang terus dipertahankan
Upacara adat seperti pernikahan dan ritual keagamaan dapat menjadi contoh dari budaya parokial yang masih dipertahankan di beberapa daerah. Meskipun ini bisa menjadi bentuk penting dari identitas budaya dan spiritual, kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan perubahan sosial dan ekonomi yang lebih luas dapat mengakibatkan ketidakcocokan dan ketidaksepakatan dengan norma-norma baru yang muncul.

Dalam budaya parokial bisa terjadi di mana saja, baik di pedesaan atau perkotaan, dan ber