Rabu, 26 Juli 2023

Contoh Budaya Politik Parokial Yakni Masyarakat

Budaya politik parokial adalah bentuk budaya politik di mana masyarakat cenderung apatis dan tidak terlibat dalam proses politik yang ada di negara mereka. Hal ini dapat terjadi karena masyarakat kurang memiliki pengetahuan atau minat yang cukup tentang politik. Pada umumnya, masyarakat yang memiliki budaya politik parokial cenderung menganggap bahwa politik adalah urusan elit dan tidak relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka.

Contoh budaya politik parokial dapat ditemukan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Salah satu contoh yang cukup jelas adalah dalam pemilihan umum (Pemilu) yang diadakan setiap lima tahun sekali. Meskipun penting untuk menentukan pemimpin negara, sebagian besar masyarakat Indonesia masih tidak tertarik untuk memilih. Sebagian besar pemilih hanya akan memilih jika mereka merasa terpaksa atau jika mereka diberi insentif.

masyarakat Indonesia juga cenderung lebih memilih untuk memilih berdasarkan afiliasi politik daripada kualitas dan kinerja calon yang sebenarnya. Ini dapat dilihat dari kenyataan bahwa partai politik masih menjadi faktor utama dalam pemilihan umum, dan bukan kualitas dari calon yang bersangkutan. Kondisi ini terus terjadi bahkan meskipun negara telah mengadopsi sistem pemilihan langsung dan melakukan kampanye untuk meningkatkan partisipasi pemilih.

Selain Indonesia, contoh budaya politik parokial juga dapat ditemukan di negara lain seperti Filipina. Di Filipina, meskipun partisipasi dalam pemilihan umum meningkat dari waktu ke waktu, sebagian besar masyarakat masih tidak terlibat dalam proses politik. Mereka lebih memilih untuk membiarkan politikus dan elit politik mengatur urusan negara, tanpa pernah terlibat secara aktif dalam proses politik itu sendiri.

Kondisi ini juga dapat ditemukan di negara-negara yang berkembang lainnya di Asia, Afrika, dan Amerika Latin. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, termasuk tingkat pendidikan dan kesadaran politik yang rendah, kurangnya partisipasi politik dan transparansi, serta kepercayaan rendah pada pemerintah dan elit politik.

Meskipun demikian, budaya politik parokial dapat berdampak negatif pada negara itu sendiri. Karena masyarakat kurang terlibat dalam proses politik, keputusan-keputusan politik yang diambil oleh pemerintah cenderung tidak memperhatikan kepentingan masyarakat secara keseluruhan. masyarakat yang kurang terlibat dalam politik juga cenderung kurang peka terhadap isu-isu yang berkaitan dengan hak asasi manusia, korupsi, dan keadilan sosial.

Dalam rangka mengatasi budaya politik parokial, diperlukan upaya untuk meningkatkan kesadaran politik dan partisipasi masyarakat dalam proses politik. Ini dapat dilakukan dengan cara meningkatkan aksesibilitas informasi politik, memberikan pendidikan politik pada masyarakat, dan mengadakan kampanye untuk mening