Minggu, 03 September 2023

Dampak Seato Bagi Indonesia

SEATO (Southeast Asia Treaty Organization) atau Organisasi Perjanjian Asia Tenggara merupakan sebuah organisasi pertahanan militer yang didirikan pada tahun 1954 oleh Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Australia, Selandia Baru, Thailand, dan Filipina. Tujuan didirikannya SEATO adalah untuk membantu melindungi wilayah Asia Tenggara dari ancaman komunis yang saat itu sedang berkembang di Asia.

Namun, dampak SEATO bagi Indonesia ternyata tidaklah positif. Indonesia tidak pernah menjadi anggota SEATO, dan bahkan menolak untuk bergabung dengan organisasi tersebut. Beberapa faktor yang membuat Indonesia menolak untuk bergabung dengan SEATO adalah:

1. Kebijakan Luar Negeri Bebas Aktif
Kebijakan Luar Negeri Bebas Aktif yang dicanangkan oleh Presiden Sukarno pada saat itu, menjadikan Indonesia lebih memilih untuk menjaga hubungan yang seimbang dengan negara-negara di dunia. Indonesia tidak ingin terikat dengan kepentingan negara lain, termasuk dengan SEATO.

2. Ketidakpercayaan Terhadap Amerika Serikat
Indonesia memiliki pandangan yang kritis terhadap Amerika Serikat dan tidak sepenuhnya percaya terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang dianggap bersifat imperialistik.

3. Ketergantungan Pada Blok Non-Blok
Indonesia lebih memilih untuk bergabung dengan gerakan Non-Blok, yang terdiri dari negara-negara yang tidak terikat dengan blok negara manapun. Indonesia menjadi salah satu pendiri gerakan Non-Blok dan aktif memperjuangkan kemerdekaan dan kedaulatan negara-negara berkembang.

Akibat dari penolakan Indonesia untuk bergabung dengan SEATO, hubungan Indonesia dengan negara-negara anggota SEATO menjadi terganggu. Pada saat itu, Amerika Serikat merasa terancam dengan kebijakan Luar Negeri Bebas Aktif dan berusaha untuk memperkuat hubungan dengan negara-negara lain di Asia Tenggara yang pro-Amerika Serikat. Indonesia juga dituduh oleh Amerika Serikat sebagai negara yang pro-komunis karena menolak bergabung dengan SEATO.

Dampak lain dari SEATO bagi Indonesia adalah terjadinya konflik di wilayah Asia Tenggara. SEATO sering kali dituduh oleh negara-negara komunis sebagai organisasi yang berusaha untuk mempertahankan kepentingan kapitalis di Asia Tenggara. Hal ini menyebabkan ketegangan antara negara-negara komunis dan negara-negara non-komunis di Asia Tenggara semakin meningkat.

Dalam SEATO memiliki dampak yang tidak positif bagi Indonesia. Penolakan Indonesia untuk bergabung dengan SEATO menyebabkan hubungan Indonesia dengan negara-negara anggota SEATO menjadi terganggu. SEATO juga dituduh sebagai organisasi yang mempertahankan kepentingan kapitalis di Asia Tenggara dan menyebabkan terjadinya konflik antara negara-negara komunis dan negara-negara non-komun
Contoh Soal Esai Aritmatika